20 December 2008

Psikologi Pesan

Psikologi Pesan

Bahasa merupakan kumpulan kata-kata, kita dapat mengatur perilaku orang lain. Kekuatan bahasa, kekuatan kata-kata, the power of words. Inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Pesan memiliki pesan didalamnya, selanjutnya akan kita sebut dengan pesan linguistik.

-Pesan Linguistik

Bahasa dapat didefinisikan sebagai berikut : fungsional dan formal.

Definisi fungsional melihat bahasa dari segi fungsinya, sehingga bahasa diartikan sebagai “alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan”. Kita tekankan “socially shared”, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan diantara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Kata-kata seperti kita ketahui diberi arti secara arbitrer (semaunya) oleh kelompok-kelompok sosial.

Definisi formal menyatakan bahasa sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tata bahasa (all the conceivable setences that could be generate according to the rules of its grammar). Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkai supaya memberikan arti. Tata bahasa memiliki tiga unsur : fonologi sintaksis, dan semantik. Untuk dapat menguasai bahasa tertentu, kita harus menguasai dahulu ketiga tahap pengetahuan bahasa diatas, ditambah dua tahap lagi,. Pada tahap pertamakita harus memiliki informasi fonologi tentang bunyi-bunyi dalam bahasa tersebut. Pada tahap kedua, kita harus memiliki pengetahuan sintaksis tentang cara pembentukan kalimat. Pada tahap ketiga, kita harus mengetahui secara leksikal arti kata atau gabungan kata-kata. Pada tahap keempat, kita harus memiliki pengetahuan konseptual tentang dunia tempat tinggal kita dan dunia yang kita bicarakan. Sedangkan pada tahap terakhir, kita harus memiliki semacam sistem kepercayaan untuk menilai apa yang kita dengar.

-Pesan Nonverbal

Pesan nonverbal adalah semua isyarat yang bukan berupa kata-kata. Komunikasi nonverbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi, yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu,yang memiliki pesan potensial bagi pengirim atau penerima. Jadi definisi ini mencakup perilaku yang disengaja maupun tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa komunikasi secara keseluruhan, kita mengirim banyak pesan nonverbal tanpa menyadari bahwa pesan-pesan tersebut bermakna bagi orang lain.

-Fungsi Pesan Nonverbal

Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komuniksai diluar kata-kata terucap dan tertulis. Pada saat yang sama kita harus menyadari bahwa banyak peristiwa dan perilaku nonverbal ini ditafsirkan melalui simbol-simbol verbal. Dalam pengertian ini, peristiwa dan perilaku nonverbal itu tidak sungguh-sungguh bersifat nonverbal. Meskipun seorang individu dapat berhenti berbicara, ia tidak dapat berhenti berkomunikasi melalui idiom tubuh. Ia harus mengatakan sesuatu hal yang benar atau salah. Ia tidak dapat tidak mengatakan sesuatu. Secara paradoks, cara ia memberikan informasi tersedikit tentang dirinya sendiri, meskipun hal ini masih bisa dihargai, adalah menyesuaikan diri dan bertindak sebagaimana orang sejenis itu diharapkan bertindak.

Psikologi Komunikator

Psikologi Komunikator

Ketika komunikator berkomunikasi, yang berpengaruh bukan saja yang ia sampaikan, tetapi juga keadaan diari sendiri. He doesn’t communicate what he says, he communicate what he is. Ia tidak dapat menyuruh pendengar hanya memperhatikan apa yang ia katakan. Pendengar juga akan memperhatikan siapa yang mengatakan. Kadang-kadang siapa lebih penting dari pada apa. Kita akan lebih mendengarkan kata-kata dari seorang ahli dari pada orang lainnya. Contohnya, kita pasti akan sukar mempercayai petunjuk memasak dari seorang polisi, bimbingan belajar dari seorang residifis, atau cara mengaji yang benar dari seorang dukun.

Aristoteles menulis :
Persuasi tercapai karena karakteristik personal pembicara, yang ketika ia menyampaikan pembicaraannya kita menganggapnya dapat dipercaya. Kita lebih penuh dan lebih percaya pada orang-orang baik daripada orang lain. Ini berlaku umumnya pada masalah apa saja dan secara mutlak berlaku ketika tidak mungkin ada kepastian dan pendapat terbagi.

Aristoteles menyebut karakter komunikator ini sebagai ethos. Ethos terdiri dari pikiran baik, akhlak yang baik, dan maksud yang baik (good sense, good moral character, good will).

Hovland dan Weiss menyebut ethos ini sebagai credibility, yang terdiri dari dua unsur : Expertise (keahlian) dan Trustworthiness (dapat dipercaya). Contoh kasus ketika kita lebih mempercayai nasihat dokter karena ia memiliki keahlian, sebaliknya kita sukar percaya kepada pedagang yang memuji dagangannya. Di sini, pedagang tidak memiliki trustworthiness. Kita tidak hanya melihat pada pada kredibilitas sebagai faktor yang mempengaruhi efektivitas sumber. Kita juga akan melihat dua unsur lainnya : atraksi komunikator (source attractiveness) dan kekuasaan (source power) dan selanjutnya kita akan membahas mengenai dimensi-dimensi ethos.

Dimensi-dimensi Ethos

Telah dijelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikator terdiri dari kredibilitas, atraksi dan kekuasaan. Ketiga dimensi ini berhubungan dengan jenis pengaruh sosial yang ditimbulkannya. Menurut Herbert C. Kelman pengaruh komunikasi kita terhadap orang lain ada tiga hal : internalisasi, identifikasi, dan ketundukan.

Internalisasi terjadi apabila orang menerima pengaruh karena perilaku yang dianjurkan itu sesuai dengan sistem nilai yang dimilikinya. Kita menerima gagasan, pikiran, atau anjuran orang lain, karena gagasan, pikiran atau anjuran tersebut berguna untuk memecahkan masalah, penting dalam menunjukan arah, atau dituntut oleh sistem nilai kita. Internalisasi terjadi ketika kita menerima anjuran dari seseorang atas dasar rasional.

Identifikasi terjadi bila individu mengambil perilaku yang berasal dari orang atau kelompok lain karena perilaku itu berkaitan dengan hubungan yang mendefinisikan diri secara memuaskan (satisfying self-defining relationship)dengan orang atau kelompok itu. Hubungan yang mendefinisikan diri artinya memperjelas konsep diri. Dalam identifikasi, individu mendefinisikan peranannya sesuai dengan orang yang mempengaruhinya.

Ketundukan terjadi apabila individu menerima pengaruh dari orang atau kelompok tersebut. Ia ingin memperoleh reaksi yang menyenangkan dari orang atau kelompok tersebut. Ia ingin memperoleh ganjaran atau menghindari hukuman dari pihak yang mempengaruhinya. Dalam ketundukan, orang menerima perilaku yang dianjurkan bukan karena mempercayainya, tetapi karena perilaku tersebut membantunya mendapatkan efek sosial yang memuaskan dari lingkungannya.

Bahasa Pemrograman - Lanjutan

Generasi Pemrograman

1st mesin 10010001
2nd assembly pack 210(8,13)
3rd procedural overtime:=0
4th problem end name=”JONES”
5th natural IF patient is dizzy,
THEN check temperature and blood pressure

Program adalah sebuah daftar dari instruksi unuk diikuti computer sebagai alat untuk melakukan tugas. Instruksi tersebut dibuat dengan pernyataan-pernyataan yang dibuat dalam bahasa pemrograman (seperti Basic)

Dalam pemrograman ada 6 langkah yang dapat kita ikuti:
Langkah 1: Definisikan masalahnya
Analisis program terdiri dari klasifikasi empat tugas:
• Menentukan obyektif dari program tersebut dengan memfokuskan diri pada problem-problem spesifik untuk diselesaikan.
• Menentukan output yang diinginkan sebelum memikirkan tentang input yang dibutuhkan.
• Menentukan data input dan sumber data.
• Menentukan kebutuhan pemrosesan ataupun langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menggunakan data input untuk menghasilkan data output

Langkah 2:
Keputusan membuat atau membeli
Keputusan membeli atau membuat adalah pilihan antara membuat program yang dapat dikustomisasi oleh programmer atau membeli paket software yang telah ditulis oleh pihak ketiga.
• Perangkat lunak yang dibuat sendiri dapat dibuat secara persis disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan perusahaan.
• Paket software yang dibeli dapat menghemat waktu dan uang tetapi biasanya tidak persis sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan perusahaan.
• Keputusan dibuat dengan memperbandingkan program dengan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya.

Langkah 3:
Desain program
Bila program tersebut dibuat sendiri, dalam desain program, sebuah solusi didesain menggunakan teknik pemrograman terstruktur, terdiri dari:
• Desain program top-down, langkah-langkah pemrosesan besar, disebut juga sebagai modul dalam pemrograman, diidentifikasikan.
• Pseudocode – ekspresi-ekspresi naratif dari logika pemrograman ditulis
• Flowchart – representasi grafik dari langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah masalah pemrograman
• Struktur logika – 3 pengaturan digunakan dalam flowchart program untuk menulis program terstruktur
Tiga struktur logika:
• Sequence – satu pernyataan pemrograman diikuti dengan pernyataan lainnya
• Seleksi (atau IF – THEN – ELSE) ketika keputusan harus dibuat
• Loop – ketika proses diulang selama beberapa kali hingga waktu yang ditentukan

Langkah 4:
Mulai tulis kode pemrograman
Coding adalah penulisan program. Ada beberapa aspek penting dalam pemrograman:
• Kualitas program – program yang baik terstruktur menggunakan struktur logika
• Pemilihan bahasa – bahasa pemrograman harus dipilih sesuai dengan problem yang dihadapi dan juga sistem komputer yang digunakan.

Langkah 5:
Debug Program (tes ulang program)
Debugging adalah pengetesan program untuk meminimalisir kesalahan dalam sintaks bahasa pemrograman dan juga kesalahan logika pemrograman. Metode ini terdiri dari:
• Desk checking – secara teliti membaca print out dari sebuah program
• Testing manual – menggunakan data sample untuk mengetes hasil pemrosesan yang benar
• Percobaan translasi – menjalankan program menggunakan komputer menggunakan program translator
• Mengetes data sample – mengetes program untuk eror dalam logika dalam sebuah komputer menggunakan data sampel.

Langkah 6:
Pendokumentasian Program
Dokumentasi terdiri dari deskripsi tertulis dari sebuah program dan prosedur yang harus dijalankan bagi pengguna, dan juga operator dan programmer selama perawatan program – modifikasi ataupun pembaharuan program
• Pengguna perlu tahu bagaimana menggunakan program dan memasukan data untuk menghasilkan hasil yang diinginkan
• Operator perlu tahu bagaimana cara mengeksekusi program dan memperbaiki kesalahan
• Programmer perlu tahu agar dapat menjelaskan bagaimana program tersebut bekerja dan merawat program di masa depan.

"Pengantar" Sistem Informasi Manajemen

Daur hidup dari pengembangan sistem
1. Investigasi awal
2. Analisa sistem
3. Desain sistem
4. Pengembangan sistem
5. Pelatihan dan implementasi sistem
6. Perawatan sistem


A. Investigasi awal
Investigasi awal akan menentukan kebutuhan apa saja yang diperlukan bagi sistem informasi yang baru. Tugasnya:
a. Mendefinisikan problem, informasi apa yang dibutuhkan dan oleh siapa, kapan
b. Menyarankan sistem alternatif
c. Mempersiapkan laporan singkat kepada tim manajemen

B. Analisa sistem, data dikumpulkan tentang sistem yang sudah ada
Tugasnya:
a. Mengumpulkan data, menggunakan teknik observasi, interview, dan questionnaire dan melihat pada dokumen-dokumen yang telah lalu seperti chart organisasi
b. Menganalisa data menggunakan beberapa alat analisa
c. Menunjukkan hubungan antara input dan output dari dokumen
d. Tabel keputusan yang menunjukan keputusan apa yang harus diambil ketika kondisi-kondisi tertentu terjadi dan hasil apa yang dapat diharapkan menggunakan system flowchart dan juga data flow diagram.

C. Desain sistem, terdiri dari:
a. Mendesain sistem alternative menggunakan alat-alat pemrograman. Sistem kemudian dievaluasi feasibilitasnya secara ekonomi, teknikal, dan operasional
b. Memilih sistem yang paling baik, yaitu sistem yang fleksibel, aman, dan efektif dari sisi biaya
c. Menulis laporan desain sistem, mendeskripsikan fase ini untuk manajemen. DFD biasanya digunakan untuk dokumen dan untuk menganalisa data flow dan informasi dalam sistem.

D. Pengembangan sistem
a. Pengembangan perangkat lunaknya
b. Pengadaan perangkat keras
c. Pengetesan sistem baru

E. Pelatihan dan implementasi sistem
Konversi adalah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Tipe-tipe konversi:
a. Pendekatan langsung, meninggalkan sistem lama dan langsung memakai sistem yang baru
b. Pendekatan parallel, mencoba sistem baru hanya pada satu atau sedikit bagian dari organisasi
c. Pendekatan bertahap, yaitu implementasi sistem secara gradual.

F. Perawatan Sistem
a. Audit sistem, analist dari sistem membandingkan sistem yang baru dengan spesifikasi desain yang telah ditentukan di awal untuk melihat apakah sistem tersebut produktif
b. Evaluasi secara periodik dan diperbaharui bila dibutuhkan

To be continued "Bahasa Pemrograman"

Komponen-komponen di dalam Komunikasi Massa

Dalam suatu proses komunikasi diperlukan adanya komponen-komponen yang akan menunjang kelangsungan suatu proses.
Komponen komunikasi yang sederhana :
KOMUNIKATOR - PESAN - MEDIA - KOMUNIKAN

Dalam Komunikasi Massa Produknya :
Aktivitas sosial yang diorganisasikan. Bukan karya seseorang, tetapi dibuat melalui usaha-usaha yang terorganisasikan dari beberapa partisi-pan, diproduksi secara massal dan didistribusikan kepada massa.

1. KOMUNIKATOR :

Jeremy Tuushall : Komunikator adalah petugas non administratif dalam organisasi komunikasi.
Artinya, orang yang bekerja dalam memilih, menyusun dan merencanakan program-program, centra-centra dan pesan-pesan lain untuk akhirnya disebarkan kepada khalayak.

Dari pengertian tersebut Komunikator meliputi :
- Para Jurnalis
- Petugas badan iklan
- Produser
- Direktur Siaran Radio dan Televisi
- Editor

Komunikator dalam komunikasi massa pada umumnya adalah suatu organisasi yang kompleks yang dalam operasionalnya membutuhkan biaya yang besar.
Contoh : Tulisan kritikus Media Donna Cross.

Walaupun Komunikator harus melembaga, namun persyaratan Komunikator yang efektif tetap harus diperhatikan.
Djalaluddin Rakhmat : He doesn't communicate what he says, he commu-nicate what he is.

Komunikator dapat menyuruh pendengar hanya memperhatikan "apa yang ia katakan ; pendengar juga akan memperhatikan siapa yang mengatakan. Dalam hal ini, faktor siapa kadang-kadang lebih diperhatikan ddari pada faktor apa ?.

Komponen Komunikator mempunyai 2 (dua) faktor yang sangat menentukan, yaitu :
1. Kepercayaan kepada Komunikator (source credibility)
2. Daya tarik Komunikator (source attractiveness)

Kepercayaan pada Komunikator :
Hasil penelitian : Kepercayaan yang besar akan meningkatkan daya perubahan sikap, sedangkan tingkat kepercayaan yang rendah akan menyebabkan berkurangnya daya perubahan yang diharapkan.
Komunikator lebih dikenal dan disenangi oleh komunikan, komunikan cenderung untuk merubah kepercayaannya ke arah yang dikehendaki oleh Komunikator atau sebaliknya.
Contoh daya tarik Komunikator :
Komunikator akan mempunyai kemampuan untuk perubahan sikap melalui mekanisme daya tarik. Artinya, Komunikator harus dapat berempati dengan komunikan. Komunikator harus berusaha menyamakan diri dengan komunikan, sehingga pada akhirnya akan menimbulkan rasa simpati dari komunikan.

2. PESAN :

- Bersifat umum
- Penataan pesan untuk media massa sangat tergantung pada sifat media yang ber-beda satu dengan yang lainnya.
- Dimensi seni sangat berperan.

Severin - Tankard : Komunikasi Massa adalah sebagian skill, art dan science.

Tanpa ketiga unsur ini tidak mungkin media massa dapat memikat perhatian khalayak yang pada akhirnya pesan tersebut dapat merubah sikap, pandang dan perilaku komunikan.

3. MEDIA :

- Sifatnya/ciri khasnya mempunyai kemampuan untuk memikat perhatian khalayak secara serempak (simultan) dan serentak (instant taneous).
- Media yang digolongkan dalam media massa berdasarkan kesepakatan para ahli adalah : Pers, Radio, Televisi dan Film.

4. KHALAYAK :

- Sejumlah besar khalayak yang sifatnya anonim dan heterogen.
- Dengan demikian harus ditentukan strategi komunikasi dan menyusun suatu acara atau rubrik tertentu untuk mencapai sasaran khalayak (target audience).
- Contoh :
-) Setiap pagi pukul 05.00 televisi swasta menyiarkan acara tentang agama Islam
-) TVRI menyiarkan acara tersebut pada hari Kamis.
-) Dunia Dalam Berita pukul 21.00.
- Proses pembagian khalayak misalnya pemirsa televisi dapat dikategorikan ke dalam kelompok usia antara 6 - 10 tahu ; 11 - 25 tahun ; 25 - 40 th.
- Proses pembagian khalayak oleh para akademisi dinamakan demasifikasi.
- Pembagian khalayak oleh para industri dinamakan segmentasi khalayak.
- Contoh : melalui iklan, pengiklan dapat mengarahkan himbauan mereka kepada kelompok tertentu yang menjadi sasarannya.

5. FILTER / REFULATOR :

- Filter dalam komunikasi massa adalah dimiliki khalayak yang heterogen.
- Khalayak yang heterogen ini akan menerima pesan melalui media massa sesuai dengan latara belakang sosial, ekonomi, pendidikan, agama, usia, budaya dan sebagainya. Oleh karena itu, pesan yang diterima akan disaring (difilter) oleh khalayaknya.
- Filter utama yang dimiliki khalayak adalah indera dan dapat dipengaruhi oleh tiga kondisi, yaitu : Budaya, Psikologi Khalayak dan Physikal.
- Ada Kondisi Fisik Internal dan Kondisi Fisik External.

REGULATOR :

- Regulator adalah lembaga atau individu yang mewakili lembaga berwenang yang memberi perhatian khusus atau tekanan terhadap point-point/kasus-kasus tertentu serta mengurangi perhatian pada hal-hal yang lainnya.
- Regulator berada di luar lembaga.
- Di US. : Pemerintah, Sumber Berita, Advertisir Profesi/Ikatan Profesi dan Konsu men.

6. GATEKEEPER :

- Istilah Gatekeeper mengacu pada proses :
1. Proses suatu pesan berjalan melalui berbagai pintu
2. Organisasi atau kelompok yang terlewati oleh pesan
- Gatekeeper dapat berupa seseorang atau sekelompok orang yang dilalui suatu pesan.
- Fungsi utama Gatekeeper adalah :
-) menyaring pesan
-) menyeleksi pesan
Contoh Gatekeeper : Dosen, Editor.
- Gatekeeper adalah orang yang dapat memilih, merubah bahkan menolak pesan yang disampaikan kepada penerima.
- Gatekeeper dapat memodifikasi pesan dengan berbagai alasan dan berbagai cara.
- Gatekeeper dapat membatasi pesan yang diterima oleh komunikan.
- Keputusan Gatekeeper tentang informasi yang harus dipilih atau ditolak dipengaruhi oleh beberapa variabel, antara lain :
-) Ekonomi
-) Pembatasan legal
-) Batas waktu
-) Etika pribadi dan profesionalisme
-) Kompetisi
-) Nilai berita
-) Reaksi terhadap feedback

Definisi Komunikasi dan Tingkatan Proses Komunikasi

Definisi komunikasi

Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.Menurut Webster New Collogiate Dictionary dijelaskan bahwa komunikasi adalah “suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”. Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :Hovland, Janis & Kelley Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak.Berelson & Steiner Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.

Harold Lasswell Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa” “mengatakan “apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa” atau “hasil apa”.(who says what in which channel to whom and with what effect).

Barnlund Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.

Weaver Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.

Gode Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.

Dari berbagai definisi tentang ilmu komunikasi tersebut di atas, terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner. Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.Definisi Lasswell, secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :-
siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber.- mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan)

- kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)

- melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)

- dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)

Definisi Lasswell ini juga menunjukkan bahwa komunikasi itu adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Definisi Gode, memberi penekanan pada proses penularanpemilikan, yaitu dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki oleh satu orang kemudian setelah komunikasi menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.Definisi Barnlund, menekankan pada tujuan komunikasi, yaitu untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego.

Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut

Komunikasi adalah suatu proses Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.

Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.

Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.

Komunikasi bersifat simbolis Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.

Komunikasi bersifat transaksional Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.

Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.

Tingkatan Proses Komunikasi

Menurut Denis McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :

Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.

Komunikasi antar-pribadi Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.

Komunikasi dalam kelompok Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.

Komunikasi antar-kelompok/asosiasi Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing.

Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi.Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.

Komunikasi dengan masyarakat secara luas Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar, TV, dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.