06 February 2009

Instrumen Penelitian Part. 1

Ilmu Pendidikan berkomunikasi dengan realitas melalui konsep-konsep, sehingga apabila konsep, baik tunggal maupun yang berhubungan, mau diteliti maka diperlukan operasionalisasi agar konsep/variabel yang menjadi fokus perhatian dapat diamati dan diobservasi, sesuatu yang dapat diobservasi, baik secara langsung ataupun tidak langsung, juga bermakna dapat diukur (Measurable), oleh karena itu pengukuran menjadi penting dalam kaitannya dengan penelitian khususnya penelitian kuantitatif.

Pengukuran tidak bisa dilakukan secara sembarangan, sebab memerlukan keterkaitan/keselarasan antara konsep dengan pelaksanaan penelitian serta kehati-hatian terhadap kesalahan pengukuran (Measurement error) yang dapat menjadi ancaman bagi keabsahan suatu penelitian. Dalam suatu penelitian sosial, menurut Sofian Effendi, proses pengukuran adalah rangkaian dari empat aktivitas, yakni :

1. menentukan dimensi konsep penelitian

2. rumusan ukuran untuk masing-masing dimensi (pertanyaan- pertanyaan yang relevan dengan dimensi)

3. tentukan tingkat ukuran yang akan digunakan (Nominal, Ordinal, Interval, Rasio)

4. tentukan tingkat kesahihan dan keajegan dari alat pengukur

secara sederhana dapat juga dikatakan bahwa untuk melakukan pengukuran, maka peneliti perlu menentukan konsep/variabel yang akan diteliti, menentukan indikator-indikator dari variabel tersebut, menentukan item-item untuk pengukuran sesuai dengan indikator masing-masing, dan kemudian melakukan pengujian atas kesahihan (validitas) dan keajegan (reliabilitas) alat ukur tersebut (Instrumen Penelitian).

Meskipun seorang peneliti berusaha secermat mungkin, namun terjadinya kesalahan dalam pengukuran masih mungkin, sehingga diperlukan pemahaman tentang kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran. Terdapat dua tipe kesalahan dalam pengukuran yaitu Random error yakni ketidak ajegan (unreliability) pengukuran dimana pengulangan pengukuran menghasilkan hasil yang berbeda, hal ini terjadi apabila pengacakan sampel kurang representatif atau karena ukuran sampel yang terlalu kecil dan Non-random error yakni ketidak validan (invalidity) atau bias dalam pengukuran dimana instrumen pengukuran tidak mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian yang baik adalah penelitian yang menggunakan pengukuran dengan menghilangkan atau paling tidak mengurangi kedua tipe kesalahan tersebut.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home