Instrumen Penelitian Part. 2
Dalam analisa data yang menggunakan statistik pengukuran adalah hal yang sangat penting karena merupakan sumber angka-angka yang dipakai dalam analisa statistik, disamping sebagai pedoman dalam penentuan teknik analisis statistik yang dapat dipergunakan. Secara umum pengukuran diartikan sebagai proses membedakan sesuatu (The process by which things are differentiated), sedang secara operasional, Pengukuran adalah penerapan aturan bilangan pada obyek atau fenomena tertentu, dalam suatu penelitian Kuantitatif pengukuran dikenakan pada variabel yang kita teliti. Dengan kata lain pengukuran bermakna menandai nilai-nilai suatu variabel dengan tanda bilangan tertentu secara sistematis.
Memang diakui bahwa apabila hasil suatu pengukuran dapat dikuantifikasikan serta dinyatakan dalam bentuk angka, ambiguitas bahasa akan sangat berkurang (seperti “saya tinggi” dengan “Saya 1,62 cm tinggi), namun demikian dalam proses pengukuran tidak selamanya harus menggunakan penandaan dalam bentuk angka (Kuantifikasi), yang penting tergambar suatu perbedaan posisi yang satu dengan yang lain dalam suatu kontinum nilai. ketentuan penerapan nilai suatu variabel dengan tanda bilangan atau lambang disebut skala (Levels of Measurement). Dalam hubungan ini terdapat beberapa skala pengukuran (Terkadang disebut jenis data atau tipe variabel berdasarkan tingkat pengukuran) yang perlu dipahami oleh seorang peneliti
Skala Nominal. Adalah skala yang hanya mendasarkan pada pengelompokan atau pengkategorian peristiwa atau fakta dan apabila menggunakan notasi angka hal itu sama sekali tidak menunjukan perbedaan kuantitatif melainkan hanya menunjukan perbedaan kualitatif. Banyak variabel dalam penelitian sosial menggunakan skala nominal seperti Agama, Jenis kelamin, Tempat lahir, asal sekolah dsb. Adapun ciri dari skala nominal adalah : (1) kategori data bersifat mutually exclusive (saling memisah), (2) Kategori data tidak mempunyai aturan yang logis (bisa sembarang).
Skala Ordinal. Adalah pengukuran dimana skala yang dipergunakan disusun secara terurut dari yang rendah sampai yang tinggi menurut suatu ciri tertentu, namun antara urutan (ranking) yang satu dengan yang lainnya tidak mempunyai jarak yang sama, skala ordinal banyak dipergunakan dalam penelitian sosial dan pendidikan terutama berkaitan dengan pengukuran kepentingan, persepsi, motivasi serta sikap, apabila mengukur sikap responden terhadap suatu Kebijakan pendidikan , responden dapat diurutkan dari mulai Sangat setuju (1), Setuju (2), Tidak berpendapat (3), Kurang Setuju (4), dan Tidak setuju (5), maka angka-angka tersebut hanya sekedar menunjukan urutan responden, bukan nilai untuk variabel tersebut. Adapun ciri dari skala ordinal adalah : (1) kategori data bersifat saling memisah, (2) kkategori data mempunyai aturan yang logis, (3) kategori data ditentukan skalanya berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.
Skala Interval. Adalah skala pengukuran dimana jarak satu tingkat dengan tingkat lainnya sama, oleh karena itu skala interval dapat juga disebut skala unit yang sama (equal unit scale), contoh yang sangat dikenal adalah temperatur. Adapun ciri-ciri skala interval adalah : (1) kategori data bersifat saling memisah, (2) kategori data mempunyai aturan yang logis, (3) kategori data ditentukan skalanya berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya, (4) perbedaan karakteristik yang sama tergambar dalam perbedaan yang sama dalam jumlah yang dikenakan pada kategori, (5) angka nol hanya menggambarkan suatu titik dalam skala (tidak punya nilai Nol absolut).
Skala Rasio. Skala interval yang benar-benar memiliki nilai nol mutlak disebut skala rasio, dengan demikian skala rasio menunjukan jenis pengukuran yang sangat jelas dan akurat (precise). Jika kita memiliki skala rasio, kita dapat menyatakan tidak hanya jarak yang sama antara satu nilai dengan nilai lainnya dalam skala, tapi juga tentang jumlah proporsional karakteristik yang dimiliki dua obyek atau lebih, dan contoh untuk skala ini adalah uang. Adapun ciri-ciri dari skala rasio adalah : (1) kategori data bersifat saling memisah, (2) kategori data mempunyai aturan yang logis, (3) kategori data ditentukan skalanya berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya, (4) perbedaan karakteristik yang sama tergambar dalam perbedaan yang sama dalam jumlah yang dikenakan pada kategori, (5) angka nol menggambarkan suatu titik dalam skala yang menunjukan ketiadaan karakteristik (punya nilai Nol absolut).


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
Links to this post:
Create a Link
<< Home